Sinopsis Sampul Dalam Buku Putri Labibano Emde Mallow
" PUTRI SAMBANE"
[Wadu Ntanda Rahi)
Karya Emde Mallaow berikutnya
Akan segera terbit
Penerbit: RUAS Yogyakarta
(Kelompok GENTA Publishing, Yogyakarta)
Sebuah cerita rakyat Bima yang dibuat dengan gaya cerita roman. Sebuah kisah cinta yang berlatar belakang Kerajaan KALEPE. Sebuah kisah perjuangan cinta yang luar biasa, berhasil, namun kemudian terpisah dan binasa oleh sebuah gengsi dan kedzoliman.
Sinopsis sampul:
______________
“Bagaimana mungkin aku bisa membunuh perasaan yang terlanjur tertambat kuat pada kakanda Jara Lejo, kakakku? Aku membunuh perasaanku, sama saja aku membunuh diriku sendiri. Lantas apa bedanya? Sebab apabila ayahanda menjatuhkan hukuman mati kepada kakanda Jara Lejo, berarti itu dengan sendirinya pula beliau akan membunuh aku juga. Aku pun akan mati. Sebab aku tidak mungkin hidup sementara kekasihku dihukum mati!”
Putri Bibano memejamkan kedua matanya. Ia sama sekali tidak menyalahkan ucapan adiknya. Ia justru merasakan, bahwa cinta adiknya kepada kekasihnya, Jara Lejo, benar-benar tak tergoyahkan lagi. Hati itu amat lembut dan halus, dan nafasnya adalah cinta. Cinta adalah sesuatu yang suci, karena merupakan anugerah terindah dan teragung dari Sang Hyang Pencipta Kehidupan. Karena itu, tiada siapa pun yang bisa menyalahkan cinta, termasuk hati yang ditumbuhinya. Putri Bibano pun memeluk tubuh adiknya, Putri Sambane, dengan erat penuh kasih sayang. Bulir-bulir bening bak butir-butir kristal muncul dari kedua sudut mata indahnya, bergulir, lalu menetes satu-satu, menimpa rambut dan tubuh adiknya. “Kakak tidak menyalahkanmu, adikku. Kakak justru sangat bahagia karena memiliki seorang adik yang berhati teguh kepada cintanya. Jika Jara Lejo adalah takdirmu, pertahankan dia. Jika pun kalian binasa bersama, maka binasalah karena cinta, dan bukan karena kebencian dan penghianatan. Cinta itu sesuatu yang agung, siapa pun yang binasa karenanya, maka ia akan binasa dalam keagungan dan kemuliaan. Kakak berharap, cinta kalian berdua akan terus agung untuk selamanya.”
Gk sabar beli bukunya.
BalasHapus