Lanjutan Tulisan Kemarin sebelum Lanjut ke Bagian Ke Empat
Penulis : Emde Mallow
Judul Buku : Putri Sambane
Apa yang dikatakan oleh adiknya itu dibenarkan oleh Putri Bibano. Maka dalam wkatu yang tak lama ia bergerak cepat. Ia meminta titah kepada ayahandanya, Baginda Raja Indra Nuar agar dirinya diberi kuasa untuk memangku pimpinan punya ngkatan perang kerajaan selama Panglima Jara Lejo sedang bertugas di laut. Dan walhasil, Baginda Raja Indra Nuar menyetujui permintaan Putri Bibano itu. Lalu setelah menerima titah itu, Putri Bibano segera melakukan pembenahan besar-besar di dalam angkatan perang kerajaan. Penerimaan anggota tamtama baru dilakukan secara besar-besaran. Jawara-jawara kelas wahid yang berasal dari dalam maupun drai luar negeri direkrut untuk menjadi pelatih ilmu bela diri seluruh anggota tamtama baru. Dan hal lain yang dilakukan oleh Putri Bibano adalah mencopot Indra Ganda dari jabatannya sebagai pimpinan pasukan khusus kerajaan, lalu menempatkannya sebagai pimpinan pasukan cadangan di wilayah yang jauh dari ibukota kerajaan. Tindakan yang dilakukan oleh Putri Bibano ini terhadap saudara sepupunya bukan tanpa alasan. Ia sangat khawatir jika saudara sepupunya dekat dengan lingkungan pusat kekuasaan, ia akan terus memberikan bisikan-bisikan yang tidak baik kepada baginda Raja Indra Nuar. Di samping itu, Putri Bibano mempunyai firasat lain terhadap Indra Ganda ini. Secara gelagat saudara sepupunya itu memiliki harsat terhadap tahta kerajaan. Langkah pertama yang seharusnya ia lakukan untuk memuluskan hasratnya itu adalah dengan ingin menikahi Putri Sambane. Namun hasratnya itu gagal, karena Putri Sambane justru ditakdirnya menjadi istrinya Jara Lejo. Kelak di kemudian hari, firasat Putri Bibano ini terbukti. Indra Ganda melakukan pembangkangan dan pemberontakan untuk merebut tahta kerajaan dari tangan Banginda Raja Indra Nuar. Namun usahanya itu gagal total. Pasukan di bawa kendalinya berhasil dilumpuhkan oleh pasukannya Putri Bibano, dan Indra Ganda sendiri ditangkap bersama para pejabat komplotannya, yang kemudian oleh Baginda Raja Indra Nuar ia dijatuhi hukuman mati dengan cara diceburkan ke dalam kolam yang berisi hiu-hiu ganas di Istana Karya Ndali.
Bersamabung
Jangan Lupa Like,Coment,Share,dan Follow yaah Teman2 biar saya lebih semangat untuk menulis Lagi.......
Komentar
Posting Komentar