Perputaran Uang di Acara Kalondo Lopi Sangiang


 Rp 1,7 Miliar Uang Berputar di 'Even Kalondo Lopi Desa Sangiang 2024'. ~~~~~ @RB

=====================

Kehadiran saya di Event Kegiatan Kolosal 'Kalondo Lopi Sangiang' kemarin sebenarnya bukan soal Kalondo Lopi yg sdh beberapa kali saya ikuti, tetapi lebih kepada soal Geliat Ekonomi Warga dalam menghadapi event yang ada. Sembari mendampingi kawan2 Konten Kreator Media Sosial Bima Dompu. 

Mungkin saya jarang terlihat di Lokasi acara, juga tidak sempat melihat Moment Londo Lopi. Saya lebih banyak mobile di Lapak2 UMKM yang digelar oleh warga Sangiang, maupun UMKM Pendukung kegiatan. Baik di pantai sebelah barat, ditengah kampung maupun yang berada disekitar lokasi acara. 

Prosesi 'Kalondo Lopi Sangiang' menjadi Event Acara ini diinisiasi oleh Korem 162/Wira Bhakti bekerja sama dengan IKRA (Ikatan Keluarga Wera) Nusantara, Forum Komunikasi Kasabua Ade (FOKKA Indonesia) dan BRI Mo. Didukung pula oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpraf) RI dan berbagai elemen sosial di Bima. 

Saya mencoba melakukan perhitungan perkiraan perputaran Uang di Desa Sangiang kurun waktu 5 hari (21 - 25 Okt 2024) menjelang hingga sehari setelah acara. Dengan menggunakan metode umum dan standar, yaitu 'velocity of money' (VoM). Kemudian saya validasi menggunakan Teori kuantitas uang, Irving Fisher. 

Dari data 112 lokasi Transaksi: 

44 Lapak tidak permanen, 18 Kios Warga, 22 Lapak permanen Pinggir Pantai, 8 UMKM, 16 Penenun Rumahan dan 4 Pedagang keliling. 

Warga luar desa yang hadir mulai H-3 hingga H+1 adalah 4.458 orang, berdasarkan jumlah tamu menginap (home stay warga), perwakilan lembaga, tamu undangan, tamu keluarga dan mobilisasi warga diluar desa. Jumlah ini adalah akumulasi selama 5 hari dengan menggunakan random sampling setengah warga desa, dengan validasi on the spot. 

Rata-rata 44 Lapak tidak permanen menjual makanan ringan hingga minuman dingin mengaku mendapat keuntungan Rp 1.500.000 -  Rp 2.500.000 per hari dengan modal tetap Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per lapak. Puncaknya pada tgl 24 Oktober, dgn keuntungan rata2 diatas Rp 2.000.000. 

Di lain sisi, 22 Lapak Permanen yang ada disepanjang pantai Sangiang, termasuk 10 Lapak Desa Wisata yang dibangun oleh Disdag Propinsi NTB Kadisdag bu Baiq Nelly Yuniarti, mendapat keuntungan rata-rata Rp 750.000 per hari. Pendapatannya memang Lebih kecil dari lapak tidak permanen, karena hanya dibuka sore hingga malam hari saja. Namun mereka pun tetap bersyukur karena mendapatkan kecipratan yang luar biasa dari event ini. 

Dominan produk yang laku dilokasi acara adalah Softdrink, minuman dingin seperti Es Teh, Jus dan sejenisnya, minuman saset seperti Kopi, nutrisari dan sejenisnya serta Pop Mie, mie rebus dan mie Goreng. 

Sementara kios Warga mendapatkan cashflow tidak biasa mencapai 3 - 5 kali lipat dari hari-hari biasa lainnya. Dominan yang laku adalah produk Rokok, makanan siap saji, softdrink dan air mineral. 

Pedagang keliling, rata2 melakukan pasokan dagang 2 kali dalam sehari ke Desa Sangiang dalam 3 hari (22-24 okt), khususnya sayur mayur, daging dan bumbu dapur. Pada hari-hari biasa hanya sekali sehari yaitu pagi atau sore saja. 

Usaha tenun juga mendapatkan orderan tak biasa, selama 5 hari kegiatan dari para tamu. Inden tenun, memang tidak selesai pada hari yang sama. Namun selama pra dan pasca kegiatan, rata2 menerima lebih dari 5 kain pesanan per penenun rumahan ini. 

Yang paling laku adalah UMKM yang dihadirkan diacara. Seperti Inkubator Bisnis, Stkip Tamsis Beradab Bima bang Doktor Ibnu Khaldun  yang melakukan 20 kali Restock Produk. Bisa dibayangkan keuntungan yang diraih. Demikian juga dengan Marimpa milik Mas Min, Restock 4 kali selama 2 hari menggelar produk. Berdasarkan data kepanitian, Bazzar UMKM dan Parade Muna, yang digelar selama 2 hari, dilokasi acara, mampu meraup keuntungan mencapai Rp 300.000.000 rupiah. 

Ada 40 kain tenun jadi yang laku terjual selama acara, melalui gelar Parade Muna. Produk ini diluar dari yang inden kain tenun pada penenun rumahan. Sementara yang menjual nasi bungkus, mengaku mendapat pesanan 3-5 kali lebih besar dari penjualan hari biasa selama 3 hari berturut-turut (22-24). 

Dengan menggunakan Rumus VoM dan Irving Fisher, melalui indikator transaksi yg terjadi dan variabel pendukung serta faktor X dan Y sebagai penguat, maka dapat diakumulasi, perputaran uang (velocity of money) selama Pra hingga pasca kegiatan Kalondo Lopi Sangiang 2024 di Desa Sangiang Wera mencapai Rp 1,7 Miliar Rupiah. 

Perputaran uang di sebuah Desa seperti ini sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat desa. Warga Desa bisa lebih produktif, memicu kreatifitas2 baru yang lebih menarik serta tumbuhnya talenta2 muda yang lebih atraktik. 

Konsep 'Datangkan Orang Untuk Mendatangkan Uang' benar-benar diwujudkan di Desa Sangiang ini. 

Bagaimana tidak, kegiatan Kalondo Lopi yang dianggap oleh warga Sangiang itu adalah hal biasa karena sering dilakukan, ketika dikemas dengan apik dan baik, maka menjadi sangat menarik. Orang berbondong-bondong untuk hadir, dan tentu saja orang yang hadir dari luar Desa akan membawa uang untuk dibelanjakan dilokasi dan tentu saja berharap untuk bisa membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. .. 

Selain Proses Kalondo Lopi, Desa Sangiang memiliki acara Tahunan, yaitu 'Festival Sangiang Api' (FSA), salah satu mata acara yg menjadi daya tarik ribuan orang adalah 'Lomba Sampan Layar'. Acara FSA ini bisa memakan waktu hingga 2 minggu. Dan selama itu pula orang datang memenuhi tanah Sangiang. Perputaran uang pun bisa lebih dari Rp 5 Miliar selama kegiatan (berdasarkan pengalaman kegiatan tahun 2018 dan 2019 yang lalu). 

Jika saja dari 191 Desa di Kabupaten Bima ini, ada 20 Desa saja yang mampu mengemas Desanya sebagai Desa yang layak dikunjungi oleh orang Banyak, saya yakin, Bima akan jauh lebih sejahterah, pemerintah pusat akan melirik untuk ikut mensupport kebutuhan prioritas dan tentu saja, CSR dan Sponsor akan adu gengsi untuk bisa Mensponsori acara yang diselenggarakan....!     

Tapi ya sudah lah..... 

Btw, Selamat Untuk Kesekian Kalinya bagi Desa Sangiang Kec Wera.... Seluruh Warga Desa Layak di Apresiasi... Karena Keamanan, kenyamanan, ketenangan, kebersihan, Keramahan dan Penerimaan warga yang luar biasa.....! 

===============

26 Okt 2024

Sumber : @Rangga Babuju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FESTIVAL LABIBANO WANE BERJALAN SUKSES, AMAN, LANCAR DAN MERIAH

Turnamen Danramil Monta Cup II Se-Pulau Sumbawa Resmi Dibuka di Desa Tolouwi

Lanjutan Cerita Putri Sambane (Labibano)